Jenis-jenis Penipuan Dalam Investasi

Penipuan dalam investasi biasanya melibatkan Anda untuk mengeluarkan uang untuk investasi yang meragukan bahkan yang tidak ada sama sekali. Dalam kebanyakan kasus, Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh uang Anda. Berikut ini beberapa penipuan yang umum terjadi dalam dunia investasi.

Modus Uang Muka

Dalam modus ini, korban akan dibujuk untuk membayar uang muka untuk mengambil keuntungan dari tawaran yang menjanjikan dengan imbalan yang lebih besar. Pada akhirnya penipu akan mengambil uang dan korban tidak akan pernah mendengar kabar dari mereka lagi.

Penipu sering menargetkan investor yang mengalami kerugian dalam investasi berisiko. Mereka akan menghubungi investor ini dengan penawaran untuk membantu memulihkan kerugian mereka. Mereka mungkin mengatakan akan membeli atau menukar investasi dengan keuntungan besar bagi investor, tetapi investor pertama-tama harus membayar biaya, setoran atau pajak yang “dapat dikembalikan”.

 

Modus Ponzi atau Piramida

Modus ini berjalan dengan merekrut orang melalui iklan dan email yang menjanjikan segalanya mulai dari menghasilkan uang besar dengan bekerja dari rumah hingga mengubah $ 10 menjadi $ 20.000 hanya dalam 6 minggu. Atau, Anda mungkin diberi kesempatan untuk bergabung dengan kelompok investor khusus yang ingin menjadi kaya dengan investasi besar. Undangan itu bahkan mungkin datang dari orang-orang terdekat anda.

Investor yang masuk ke skema awal mungkin menerima pengembalian tinggi dengan cukup cepat dari yang mereka bayangkan. Tentunya mereka akan sangat senang dan akan menginvestasikan lebih banyak uang, atau merekrut teman dan keluarga sebagai investor baru.

Tetapi investasi itu tidak ada. “Cek bunga” dibayar dari uang si penipu itu sendiri dan uang dari investor baru. ketika orang-orang baru berhenti bergabung dengan skema ini. Tidak ada lagi uang untuk dibayarkan dan Anda tidak melihat sepeser pun uang. Saat itulah promotor akan lenyap, membawa semua uang bersama mereka.

 

Modus Investasi Luar Negeri

Penipuan ini menjanjikan keuntungan besar jika Anda mengirim uang ke negara lain. Dalam kebanyakan kasus, tujuannya adalah untuk menghindari atau mengurangi pajak Anda. Sebenarnya investasi luar negeri juga memiliki resiko yang besar. Jika Anda memindahkan uang Anda ke negara lain dan terjadi kesalahan, Anda tidak bisa membawa kasus Anda ke pengadilan sipil di negara sendiri dan mungkin uang anda tidak akan bisa kembali.

 

Modus Dana Pensiun

Penipu biasanya mengincar Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki masa pensiun.

Mereka akan mendatangi atau menelpon calon korban untuk menginvestasikan dana pensiunnya dengan pengembalian sebesar 60%-70%. Korban akan diimingi dengan uang cash, bebas pajak, dan dana pensiun yang tetap utuh. Jadi tetaplah waspada karena mungkin anda akan kehilangan seluruh dana pensiunan anda.

 

Penipuan ForEx

Pasar valuta asing atau foreign exchange (ForEx) dianggap sebagai pasar keuangan terbesar dan paling likuid di dunia. Investor membeli dan menjual suatu mata uang dengan tujuan menghasilkan uang dari perubahan nilai tukar. Tetapi perdagangan dalam mata uang asing bisa sangat berisiko. Iklan valas mempromosikan akses mudah ke pasar forex, seringkali melalui kursus atau perangkat lunak. Pasar forex didominasi oleh bank-bank internasional bersumber daya besar dengan staf yang sangat terlatih, akses ke teknologi terdepan dan rekening perdagangan besar. Sangat sulit untuk mengalahkan para profesional ini secara konsisten. Anda mungkin tidak akan diberi tahu seberapa besar risiko forex trading.

 

Banyak sekali perdagangan forex mungkin ilegal atau curang. Karena layanan perdagangan forex sering dioperasikan secara online dari negara lain, perusahaan yang tidak diatur mungkin memasarkan layanan mereka di luar aturan. Uang Anda mungkin tidak diinvestasikan sebagaimana yang mereka janjikan, dan Anda akan diminta untuk mengirim uang ke rekening luar negeri sebelum Anda memulai trading, di mana uang itu tidak dapat diakses. Ketika ini terjadi mungkin anda akan kehilangan sebagian atau seluruh uang anda.

Sebelum melakukan investasi ada baiknya kita mengecek terlebih dahulu latar belakang dari orang atau perusahaan yang menawarkan investasi pada diri anda.